Cara Meningkatkan Penjualan Dengan Teknik Perceived Value
Vino B Posted on

Cara Meningkatkan Penjualan Dengan Teknik Perceived Value

Teknik perceived value merupakan teknik yang melibatkan pandangan subjektif atau emosi dari pelanggan, sehingga membuat poduk yang dijual memiliki nilai jual yang tinggi. Teknik satu ini dapat membuat omset menjadi meningkat. Lalu, bagaimana cara melakukan teknik perceived value untuk meningkatkan penjualan produk? Yuk simak informasinya dalam ulasan ini.

  1. Melakukan Branding Dengan Baik

Branding merupakan salah satu jurus ampuh dalam teknik perceived value. Dimana untuk menentukan branding dapat menggunakan hal apapun termasuk cara penjualan produk, pengemasan produk, gaya visual pada iklan dan copywriting produk, hingga brand ambassador. Saat melakukan branding dengan menampilkan kesan berkualitas, maka harus menggunakan gaya berjualan yang elegan.

  1. Memberikan Garansi

Garansi pada suatu produk dapat memberikan rasa aman dan juga percaya bagi para konsumen dalam jangka waktu tertentu. Semakin lama garansi yang melekat pada sebuah produk, maka tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut semakin tinggi. Konsumen akan percaya jika produk tersebut memiliki kualitas serta tidak mudah rusak.

  1. Menunjukkan Testimoni Dari Pelanggan

Cara selanjutnya dalam perceived value yakni dengan menayangkan testimoni yang diberikan oleh pembeli yang buas dengan produk dan jasa maupun pelayanan. Testimoni tersebut bisa ditampilkan di website atau sosial media bisnis Anda. Dimana testimoni dari pembeli tersebut akan memengaruhi calon pembeli yang lain, karena melihat rekomendasi dari orang lain yang merasa puas.

  1. Menjual Produk Yang berfungsi Secara Maksimal

Teknik perceived value selanjutnya yakni dengan menyediakan produk yang memiliki fungsi dengan baik, untuk mendapatkan opini yang positif dari konsumen. Apabila terdapat konsumen merasa puas dengan produk yang memiliki fungsi maksimal tersebut, maka mereka akan rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk membeli produk.

  1. Memberikan Bonus

Ternyata bonus juga salah satu teknik perceived value untuk meningkatkan penjualan. Dimana dengan cara ini membuat konsumen untuk akan tertarik dengan bonus yang diberikan. Contohnya saja saat berjualan Smartphone, umumnya konsumen akan mendapatkan bonus berupa kartu memory, pelindung case, pelindung layar, ataupun kartu provider baru. Meskipun hanya bonus berupa aksesoris, namun banyak konsumen yang tertarik untuk membeli.

Namun saat memberikan bonus tersebut, ada baiknya untuk pastikan bonus memiliki kualitas yang baik. Pasalnya, bonus yang memiliki kualitas buruk akan gampang rusak dan  terlihat murah. Sehingga hal tersebut dapat menurunkan nilai jual produk dan tingkat kesuksesan perceived value akan menurun.

  1. Memberikan Masa Trial Atau Percobaan

Trial tau percobaan akan memberikan pengalaman calon konsumen untuk menikmati produk yang ditawarkan. Umumnya banyak perusahaan yang menawarkan masa percobaan ini, terutama untuk perusahaan yang bergerak dibidang aplikasi atau software. Banyak yang menyediakan masa percobaan 7 hari hingga 30 hari. Sehingga mungkin cara ini bisa digunakan untuk menaikkan penjualan bisnis Anda.

  1. Jual Produk Dengan Harga Tinggi

Strategi perceived value satu ini akan menghindarkan produk yang dijual dengan anggapan produk ‘murahan’. Pasalnya, banyak konsumen yang mengacu kepada harga untuk melihat kualitas suatu produk. Akan tetapi, pastikan harga yang Anda tawarkan tersebut sesuai dengan kualitas barang yang dijual. Jangan membuat konsumen merasa tertipu dengan memberikan kualitas produk yang buruk.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah pendapatan dengan teknik perceived value. Teknik satu ini akan benar benar dapat memberikan keuntungan apabila diimbangi dengan produk yang dijual memang memiliki kualitas yang bagus. Maka tidak hanya omset saja yang akan meningkat, namun pelanggan yang ingin membeli produk pun juga ikut meningkat. Selamat mencoba.